Kami bagai bola yang harus bergulir
Mata mu tiada atas kekuasaan mu
Kenapa dengan kami?
Sepenehnya kami telah merasakannya
dengan kami, kepahitan dan kesedihan yang kau persembahkan untuk kami.
Kenapa dengan kami?
Pecundang kalian......!
Pecundang kalian......!
Hingga dulu di ujung sana.
Kalian memang pecundang......
Berapa banyak sudah, mereka duduk di atas marmer
sekelilingnya bebatuan indah.
Kenapa kalian hancurkan kedamaian itu
Kalian pecundang.......!
Pecundang kalian.......!
Mata memerah, menyala dan karena kegelapan
Suatu saat kami akan makan kalian dengan amarahku,
Mencabik-cabik, merobek-robek badan kalian
Kami kan memanggang kalian di atas api yang sudah kami siapkan untukmu
Kalian pecundang.........!
Tahukah kalian sampai tulang-belulang kalian
Kalian....!
Kalian....!
Pecundang....!
Kita semua tahu kami bukan para malaikat,
Nuh, khidir kita danNya berpisah...
Kalian para pecundang...
Inilah ba’it-ba’it yang bisa kami sampikan untuk kalian
Dalam keadaan tersenyum, bahagia karena melihatmu
Hanyalah
Pecundang.....
Pecundang.....
Pecundang....
Telah jauh kami melihat kalian
Melihat kalian dengan mata hati kami,
Dan semua melihatmu...
Banggkai-bangkai kalian paksa kami makan,
Dengan caramu, hingga kami tak berdaya
Dulu kau tembang ba’it kalimat,
Beberapa AYAT...
Ada pintu yang semu buat kita semua
Ternyata pintu itu milik seseorang,
Sebenarnya kita semua,
Banyak bangkai-bangkai membusuk di sekeliling kita,
Pecundang kalian.....!
Pecundang kalian.....!
Kalian pecundang.....!
Kalian pecundang.....!

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !