Sulhan Muchlis Ibrahim, ditetapkan sebagai Ketua KNPI NTB
periode 2012-2015 setelah melalui proses melelahkan. Sulhan dinyatakan
unggul dengan mengantongi 70 persen pemegang hak suara Musda KNPI XII
Senin dinihari (24/12).
Voting suara penentuan pimpinan baru di
Musda KNPI NTB berlangsung ricuh. Sidang paripurna pemilihan orang
nomer satu di organisasi pemuda ini juga diwarnai hujan interupsi dan
walk out peserta Musda. Alotnya sidang pleno Musda KNPI ini terjadi
akibat perdebatan panjang peserta Musda saat membahas prosedur
pemilihan pimpinan.
Setelah berlangsung hampir 4 jam,
pimpinan sidang, akhirnya berhasil menetapkan Ketua KNPI yang baru,
Sulhan Muchlis Ibrahim. Tepat pukul 04.00 dinihari Sulhan unggul dari
calon lawan kuatnya, Bahtiar Thamrin. Sulhan berhasil meraup angka penuh
yaitu 53 suara dari 78 suara yang diperebutkan. Bahtiar Thamrin hanya
berhasil mengumpulkan 22 suara. Tiga suara lainnya menyatakan diri
abstain.
Sebelum terpilih, sempat mencuat empat
nama calon ketua KNPI NTB. Mereka adalah M. Fihirudin, Ahmad Syukro,
Bahtiar Thamrin dan Sulhan sendiri. Namun, dalam perjalanannya, M.
Fihirudin terganjal kurangnya dukungan 20 persen pemegang hak suara.
Sementara Ahmad Syukro, menyatakan mundur dari pencalonan Ketua KNPI NTB
periode mendatang.
Sulhan sendiri tidak terlalu banyak
disebut akan unggul dalam bursa pencalonan ini. Secara mengejutkan,
Sulhan berhasil mengumpulkan hampir 70 persen pemilik hak suara. Ketua
terpilih selanjutnya akan menyusun kepengurusan lengkap KNPI NTB bersama
tim formatur lainnya.
Usai Musda, Sulhan mengaku puas dan
bahagia dengan kemenangan yang diraihnya. Meski demikian, Sulhan
berjanji akan merangkul tiga lawannya dalam kompetisi ini untuk
membangun KNPI NTB lebih maju lagi ke depan. “Orang pertama yang akan
saya datangi dan saya ajak untuk bergabung ke pengurusan nanti adalah
ketiga kandidat tadi,” ujarnya.
Selebihnya, Sulhan berjanji akan
memimpin induk organisasi pemuda NTB ini hanya satu periode saja.
Selebihnya, akan diserahkan kepada generasi muda untuk diperebutkan
kembali secara demokratis. Menurut, Sulhan, memberi kesempatan yang muda
untuk memimpin bagian dari kaderisasi pemimpin generasi muda yang lebih
unggul.
Dalam pencalonannya, Sulhan didukung
sembilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan dua unsur Dewan
Pimpinan Daerah (DPD). Sedang Bahtiar didukung delapan OKP dan satu DPD.

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !